June 1st, 2011 by Mohammad Masykuri
Bahan berbahaya dan beracun banyak dijumpai sehari-hari, baik sebagai bahan keperluan rumah tangga maupun industri yang tersimpan, diproses, diperdagangkan, diangkut, dan lain-lain. Insektisida, herbisida, zat pelarut, cairan atau bubuk pembersih deterjen, amoniak, sodium nitrit, gas dalam tabung, zat pewarna, dan bahan pengawet merupakan bahan sehari-hari yang termasuk B3. Bila ditinjau secara kimia, bahan-bahan ini terdiri dari bahan kimia organik dan anorganik. Terdapat lima juta jenis bahan kimia telah dikenal dan diantaranya 60.000 jenis sudah diperdagangkan dan ribuan jenis lagi bahan kimia baru setiap tahun diperdagangkan.
Sebagai limbah, kehadirannya cukup mengkhawatirkan terutama yang bersumber dari pabrik industri. Bahan berbahaya dan beracun banyak dipergunakan sebagai bahan baku industri maupun sebagai bahan penolong. Sifat berbahaya dan beracun dari limbah ditunjukkan oleh sifat fisik dan kimia limbah itu sendiri, baik dari jumlah maupun kualitasnya. Dalam jumlah tertentu dengan kadar tertentu, adanya limbah B3 dapat merusakkan kesehatan bahkan mematikan manusia atau kehidupan lainnya. Tingkat bahaya keracunan yang disebabkan limbah B3 tergantung pada jenis dan karakteristiknya baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Pertanyaan yang mengusik kita adalah apakah benar-benar limbah B3 sudah tidak bisa dimanfaatkan lagi? Berdasar kajian multiaspek, ternyata diperoleh kesimpulan bahwa meski masuk kategori limbah B3, beberapa bahan ternyata masih bisa dimanfaatkan lagi untuk berbagai keperluan. Dalam konteks tersebut, tanggal 9 April 2011 dilakukan Sosialisasi Pengendalian Limbah B3 di Kantor BLH Kab. Boyolali dengan menghadirkan narasumber Dr. M. Masykuri, M.Si. dari UNS. Pemanfaatan limbah B3 yang mencakup kegiatan daur-ulang (recycling) perolehan kembali (recovery) dan penggunaan kembali (reuse) merupakan satu mata rantai penting dalam pengelolaan limbah B3. Dengan teknologi pemanfaatan limbah B3 di satu pihak dapat dikurangi jum1ah limbah B3 sehingga biaya pengolahan limbah B3 juga dapat ditekan dan di lain pihak akan dapat meningkatkan kemanfaatan bahan baku. Hal ini pada gilirannya akan mengurangi kecepatan pengurasan sumber daya alam.
Posted in Akademik Umum, My Activities, Pengabdian Masyarakat |
May 15th, 2011 by Mohammad Masykuri
Desa atau pemukiman yang berdiri di atas tanah sudah jamak kita lihat, tapi kampung yang berdiri di atas rawa bakau (mangrove) tentu sesuatu yang aneh. Begitulah adanya suatu kampung bernama Ujung Alang. Kampung atau Desa ini terletak di kecamatan Kampung Laut Kabupaten Cilacap. Untuk menuju ke Ujung Alang, kita dapat menggunakan perahu motor atau compreng, angkutan umum dari pelabuhan Sleko Cilacap dengan waktu tempuh sekitar satu hingga dua jam. Desa Ujung Alang merupakan satu dari 4 Desa di Kampung Laut, yang lain adalah Ujunggagak dan Panikel di Kecamatan Kawunganten, Cilacap serta Desa Pamotan di Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Total penduduk empat desa itu tidak kurang dari 14.000 jiwa. Sesuai namanya, Kampung Laut terletak di Laguna Segara Anakan antara daratan Cilacap sebelah Barat dan pulau Nusakambangan, dikelilingi perairan dan hutan mangrove. Akibat endapan lumpur dari Sungai Citanduy dan sungai–sungai lain, luasan desa di Kampung Laut makin bertambah tiap tahun. Maka ada pemeo yang mengatakan Kampung Laut sekarang menjadi Kampung Darat.
Hutan Mangrove di Segara Anakan tergolong mempunyai diversitas vegetasi yang tinggi. Hasil penelitian menunjukan bahwa di kawasan hutan Mangrove di Segara Anakan, dapat ditemukan sekitar 30 spesies tumbuhan. Berdasarkan pertimbangan sisi unik ekosistem Ujung Alang, bulan Pebruari 2011 tim ekspedisi Prodi Ilmu Lingkungan PPs UNS meninjau kawasan Kampung Laut. Tim beranggotakan 15 orang mahasiswa dan dosen Prodi S2 Ilmu Lingkungan,dengan dipandu langsung oleh Pengelola Prodi Dr. Prabang Setyono, Dr. M. Masykuri, dan Prof. Dr. Sri Budiastuti. Tim dibagi menjadi 4 kelompok sesuai fokus kajian masing-masing, yakni kajian aspek biologi-kimia-fisik, aspek kesehatan lingkungan, aspek geologi/geografi, dan aspek sosial ekonomi masyarakat.
Posted in Akademik Umum, My Activities, Pengabdian Masyarakat |
May 15th, 2011 by Mohammad Masykuri
PT Pertamina Unit Pengolahan IV Cilacap merupakan salah satu dari 7 jajaran unit pengolahan di tanah air, yang memiliki kapasitas produksi terbesar yakni 348.000 barrel/hari, dan terlengkap fasilitasnya. Kilang ini bernilai strategis karena memasok 34% kebutuhan BBM nasional atau 60% kebutuhan BBM di Pulau Jawa. Selain itu kilang ini merupan satu-satunya kilang di tanah air saat ini yang memproduksi aspal dan base oil untuk kebutuhan pembangunan infrastruktur di tanah air. Mengingat posisi strategis Pertamina serta besarnya potensi kerjasama Pertamina dengan UNS, mendorong dilakukan penjajakan kerjasama akademik antara Prodi Ilmu Lingkungan PPs UNS dengan PT Pertamina UP IV Cilacap. Sebagai langkah awal, telah dilakukan kunjungan Tim Prodi Ilmu Lingkungan ke Cilacap tanggal 21 Peb 2011. Rombongan UNS diterima oleh Manager General Affairs RU IV drg. R Sutarno beserta jajarannya dari Public Relations dan didampingi oleh Dasiyo (HSE) memberikan safety induction sekaligus mensosialisasikan aspek safety di kilang RU IV. R. Sutarno menjelaskan mulai dari pengolahan minyak mentah hingga diproses menjadi bahan yang siap pakai di pasaran dan mempunyai daya jual yang tinggi. Dijelaskan juga kondisi perusahaan saat ini yang berskala nasional dan lima tahun mendatang dapat menjadi perusahaan minyak yang berkelas internasional. Selain itu juga menjelaskan berbagai produk yang dihasilkan kilang RU IV. Rombongan UNS dipimpin oleh Dr. Prabang Setyono, Dr. M. Masykuri, dan Prof. Dr. Sri Budiastuti.
Posted in Akademik Umum, My Activities, Pengabdian Masyarakat |
May 14th, 2011 by Mohammad Masykuri
Merapi (ketinggian puncak 2.968 m dpl) adalah gunung berapi di bagian tengah Pulau Jawa dan merupakan salah satu gunung api teraktif di Indonesia. Berdasarkan analisis lapangan, letusan Gunung Merapi pada 2010 lebih besar dibanding dengan letusan gunung tersebut lebih dari 100 tahun lalu atau pada 1872. Salah satu indikator yang digunakan untuk menentukan besar indeks letusan adalah dari jumlah material vulkanik yang telah dilontarkan. Pada letusan 1872, jumlah material vulkanik yang dilontarkan oleh Gunung Merapi selama proses erupsi mencapai 100 juta meter kubik. Sementara itu, hingga kini jumlah material vulkanik yang telah dimuntahkan Gunung Merapi sejak erupsi pada 26 Oktober diperkirakan telah mencapai sekitar 140 juta meter kubik.
Untuk mempelajari kondisi lapangan pasca erupsi Merapi, Prodi Ilmu Lingkungan PPs UNS menggalang kerjasama dengan Program Studi Geografi dan Ilmu Lingkungan Fakultas Geografi UGM melakukan site visit di area Cangkringan Merapi tanggal 31 Jan 2011. Kegiatan dipandu oleh Prof. Dr. Totok Gunawan dan Dr. Langgeng Wahyu Santosa dari UGM, serta Dr. Prabang Setyono, dr. M. Masykuri, dan Prof. Dr. Sri Budiastuti dari UNS. Dari kegiatan ini diharapkan diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai penanganan terhadap bencana Merapi pasca erupsi.
Posted in Akademik Umum, My Activities, Pengabdian Masyarakat |
May 14th, 2011 by Mohammad Masykuri
Untuk lebih meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang penyelenggaraan program PPG, telah dilakukan Worshop PPG di Makasar tanggal 21-22 Nop 2010. Workshop Program PPG di Makassar ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan workshop PPG di tahun 2010. Sasaran kegiatan ini adalah Kaprodi dari LPTK calon penyelenggara PPG (1 orang masing-masing prodi) dan Dosen bidang studi dari LPTK calon penyelenggara PPG (2 orang masing-masing prodi), yang diharapkan dapat menghasilkan contoh perangkat RPP mata pelajaran antara lain: silabus, skenario RPP, buku siswa, LKS dan kuncinya, media pembelajaran, kisi-kisi lembar penilaian, lembar penilaian dilengkapi kunci dan panduan PPL. Tampak delegasi UNS yang diwakili Prodi-prodi Pendidikan Kimia, Pend. Fisika, pend. Biologi dan Pend. Matematika.
Posted in Akademik Umum |
May 14th, 2011 by Mohammad Masykuri
Selaras dengan visi UNS menuju World Class University dan motto FKIP UNS sebagai lembaga pendidikan tenaga kependidikan yang berkarakter kuat dan cerdas (UNS, 2009; Furqon Hidayatullah, 2009; Harian Tempo, 2010), dosen memiliki peran strategis. Di satu sisi, secara konvensional dosen berperan sebagai pendidik dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi mahasiswa pada pendidikan tinggi (Depdiknas, 2005). Di sisi lain, setiap dosen – termasuk dosen FKIP UNS – mempunyai kewajiban moral untuk selalu berupaya meng-update pengetahuannya melalui aktivitas riset, seminar, publikasi ilmiah dan mengimplementasikan hasil-hasilnya untuk menjawab persoalan di masyarakat yang terkait dengan bidang keilmuannya.
Untuk lebih memberikan ruang apresiasi bagi dosen dalam konteks tersebut, telah dilakukan pemilihan Dosen Berprestasi tingkat Fakultas dan Universitas tahun 2010. Dengan mengangkat makalah prestatif mengenai “Riset polimer fungsional berbahan baku lokal”, Dr. M. Masykuri, M.Si. terpilih sebagai Dosen Berprestasi tingkat FKIP (urutan I) dan UNS (urutan III). Syukur alhamdulillah atas karunia ini dan semoga menjadi cambuk untuk terus berkarya di masa mendatang.
Aktivitas riset berbasis polimer dengan bahan baku lokal yang dikembangkan memiliki makna ganda. Konteks keunggulan bahan baku lokal (locally based) berpeluang besar menciptakan produk dan hasil riset yang berkarakter unik sehingga sangat mungkin dipatenkan (patentable), namun tetap memilki kadar kebersaingan yang tinggi (competitiveness). Pada aspek lain, aktivitas riset tersebut juga mampu menciptakan dan mendorong kegiatan pembelajaran dan kemahasiswaan. Pada makalah prestasi unggul ini diuraikan singkat aktivitas yang dilakukan Masykuri dalam mengembangkan roadmap riset polimer berbahan baku lokal selama tiga tahun terakhir
Posted in Akademik Umum, My Activities |
May 14th, 2011 by Mohammad Masykuri
Dalam upaya untuk meningkatkan wawasan dan kompetensi akademik mahasiswa S2 dan S3 Ilmu Lingkungan PPs UNS serta untuk menjalin kerjasama yang lebih erat antara Prodi Ilmu Lingkungan PPs UNS dengan School of Environment and Natural Resource Sciences University Kebangsaan Malaysia (UKM), tanggal 8 Okt 2010 dilaksanakan Studium general dengan tema “Hydrology, water quality and land-use assessment” oleh Assoc. Prof. Dr. Muhammad Barzani bin Gasim dari UKM. Kuliah umum dihadiri lebih dari 20 mahasiswa S2 dan S3 ilmu Lingkungan UNS dengan dipandu Dr. Prabang Setyono, M.Si. dan Dr. M. Masykuri, M.Si. Di samping diskusi hangat mengenai fokus kajian hydrology dan water quality, disepakati pula kerjasama yang lebih erat antara kedua Program Studi (UNS – UKM) dan kerjasama riset antar dosen dan mahasiswa kedua pihak. Dalam gambar tampak Dr. Barzani bersama Prof. Ashadi dan Dr. Masykuri terlibat pembicaraan serius untuk meningkatkan kerjasama antara lembaga.
Posted in Akademik Umum |
November 29th, 2010 by Mohammad Masykuri


Salah satu kegiatan menarik yang disukai para ahli, surveyor, dan pemerhati lingkungan adalah terjun ke lapangan secara langsung. Kegiatan ini dapat dilakukan dalam bentuk observasi, kunjungan lapang, ataupun sampling data. Semua kegiatan tersebut amat penting karena merupakan ujung pangkal sumber data utama yang amat diperlukan para ahli, surveyor, dan pemerhati lingkungan untuk memetakan dan membandingkan data-data teoritik dengan kondisi faktual lapangan. Dalam konteks tersebut, pada hari Kamis, 18 Nopember 2010 lalu, telah dilakukan sampling kualitas lingkungan Waduk Gajahmungkur Wonogiri. Sampel yang diambil mencakup parameter penting kimia, fisika, dan biologi. Petugas sampling yang terlibat adalah teknisi-teknisi handal bersertifikat pengambil sampel dari Laboratorium Pusat MIPA UNS (Lab Penguji Kualitas Lingkungan tersertifikasi KAN), dengan pemandu Prof. Dr. Okid P. Astirin, M.Si., Dr. M. Masykuri, M.Si., dan Drs. Setya Nugroho, M.Si. Zona sampling yang diteliti tidak hanya badan waduk saja, namun juga lingkungan sekitar waduk. Data-data yang diperoleh diharapkan menjadi sumber kajian menarik untuk analisis waduk di masa mendatang.
Posted in Laboratorium, Pengabdian Masyarakat |
November 29th, 2010 by Mohammad Masykuri
Terkait dengan rangkaian kegiatan Sosialisasi Lingkungan Hidup dari alokasi dana cukai tembakau, Badan Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Tengah mengadakan roadshow di tiga kota, yaitu Boyolali (20 Okt 2010), Magelang (3 Nop 2010), dan Karanganyar (4 Nop 2010). Target kegiatan meliputi dua aspek, yakni: 1) Pemberian bantuan bibit pohon bagi masyarakat, dan 2) Sosialisasi dan Diskusi Lingkungan Hidup. Bantuan bibit pohon yang diberikan mencakup bibit tanaman keras, seperti sengon, maupun tanaman buah-buahan, seperti mangga, rambutan, dan lain-lain. Berdasar pengamatan di lapangan, tampak bahwa masyarakat dengan suka cita menerima bantuan tersebut. Namun dipesankan kepada mereka untuk senantiasa merawat bibit tanaman agar tumbuh menjadi besar dan dapat diambil manfaatnya bagi masyarakat. Untuk kegiatan sosialisasi dan diskusi lingkungan hidup, LH Provinisi Jateng manggandeng Dr. M. Masykuri, M.Si. dari Program Pascasarjana Ilmu Lingkungan UNS sebagai narasumber utama. Sisi menarik dari kegiatan ini adalah saat sosialisasi di Magelang, kegiatan yang dilakukan bertempat di Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang, yang berjarak sekitar 20 km dari Gunung Merapi yang saat itu sedang aktif berstatus “awas” Di luar gedung tempat sosialisasi, debu vulkanik, meski tak terlalu tebal, menghujani Sawangan. Sehari setelah sosialisasi, terjadi letusan besar Merapi yang meluluhlantakkan sisi baratdaya termasuk Cangkringan Sleman. Duka mendalam terhadap para korban Merapi saat itu, termasuk Mbah Marijan juru kunci Merapi. Alhamdulillah sosialisasi yang dilakukan dilakukan dapat berjalan lancar. Artikel lain tentang kegiatan ini maupun foto kegiatan dapat dibaca pada halaman “P2M”.
Posted in Pengabdian Masyarakat |
November 1st, 2010 by Mohammad Masykuri
Kurikulum dalam suatu program pendidikan merupakan jantung proses pendidikan itu sendiri. Kualitas seluruh proses dan hasil pembelajaran banyak ditentukan oleh strategi pengembangan kurikulum yang dilakukan. Dalam konteks tersebut, maka pada tanggal 5 – 6 Oktober 2010 Universitas Muhammadiyah Pontianak (UMP) mengadakan Lokakarya Pengembangan Kurikulum. Sebagai narasumber adalah Dr. M. Masykuri, M.Si. dari UNS. Dalam kegiatan tersebut, dilakukan diskusi mengenai tahapan-tahapan dalam pengembangan Kurikulum Program Studi di Perguruan Tinggi, mengacu pada Kurikulum berbasis Kompetensi yang berlaku. Materi diskusi mencakup: pengembangan standar kompetensi lulusan, penjabaran kompetensi , serta pengembangan silabus, strategi pengembangan bahan ajar dan pemilihan media. Peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan dari pembukaan oleh Rektor UMP sampai kegiatan berakhir.
Posted in Akademik Umum |