Penelitian

SYNTHESIS AND CHARACTERIZATION OF TERMOPLASTIC POLY(URETHANE-UREA) VIA PALM OIL EPOXIDATION
M. Masykuri, Cynthia L. Radiman, I Made Arcana, and Deana W.
Dissertation, ITB, 2009. Email: mmasykuri@yahoo.com

PalmFruitPoly(urethane-urea) is a unique material used in a wide variety of applications such as foams, thermoplastics, elastomers, coatings, and adhesive products. It can be obtained by controlling the functionality, chemical composition, and molecular weight of the different reactants. So far, the raw material of poly(urethane-urea) is petroleum. Unfortunately, the main disadvantage of oil-based poly(urethane-urea) is its high price caused by global energy crisis. In addition, the use of petroleum-based poly(urethane-urea) will increase CO2 production resulting in global warming. Therefore, the investigation of alternative raw materials is absolutely needed. Palm oil as one of the prime indonesian commodities shows a high potential to be developed as raw material of poly(urethane-urea).

This study is focused on the synthesis of poly(urethane-urea) from RBDO (refined, bleached and deodorized olein) palm oil by means of epoxidation, oxirane ring-opening, reduction, and polymerization. Oleic acid is used as a model compound for the conversion of palm oil to poly(urethane-urea). The main objective of this study is to investigate the synthesis of poly(urethane-urea) from oleic acid and RBDO and to study its relation with the characteristics of the resulting polymer as a new kind of biopolymers ever synthetized. In the epoxidation stage, the reaction has been optimized using peroxy acids such as peroxyacetic and peroxyformic acids with sulphuric acid as catalyst. In the oxirane ring-opening, three kinds of alcohols, methanol, ethanol, and 1-butanol have been used for nucleophilic addition with p-toluene sulphonic acids (PTSA). The intermediate product of the ring-opening has been reduced by NaBH4 using acid catalyst. The synthesis of poly(urethane-urea) was conducted by using diol compounds from the previous stages, 4,4-methylene bis(phenylisocyanate) (MDI), and two types of chain-extender, ethylene diamine and phenylene diamine, through prepolymer method. The final product of poly(urethane-urea) has been analysed using several techniques, such as determination of chemical structure (FTIR and NMR-1H), intrinsic viscosity, crystallinity (XRD), thermal stability (TG/DTA), surface morphology (SEM), and biodegradability (loss of weight and SEM).

TEKNIK PENGOLAHAN “KAYU SENGON LAUT DAN SERAT KENAF” UNTUK KONSTRUKSI SANDWICH
Kuncoro Diharjo, M. Masykuri, Jamasri dan Sigit Sugiarto
Hibah Riset Andalan Perg. Tinggi dan Industri (RAPID), Kerjasama UNS-UGM-PT. INKA Madiun, DP2M Dikti Depdiknas, Tahun 2009 -2010.
LPPM UNS, Jl. Ir Sutami 36A Solo, email: mmasykuri@yahoo.com

Foto RAPIDKalau kita sering naik kereta api, barangkali kita tidak sadar bahwa salah satu komponen kereta api yakni pintu dan cover bagasi merupakan hasil rintisan produk kolaboratif Kelompok Riset Material Lanjut UNS dengan PT. INKA Madiun. Titik tolak riset kolaboratif ini didasarkan fakta peluang pasar produk panel komposit yang semakin meningkat seiring dengan berkembangnya teknologi komposit skin dan peningkatan kapasitas aplikasi komposit untuk panel car body otomotif (kereta api,mobil, kapal, dan pesawat terbang).

  • Melalui skim riset RAPID multitahun, tim riset gabungan Dr. Kuncoro Diharjo, M.T. dan Dr. M. Masykuri, M.Si. (UNS), Prof. Dr. Jamasri (UGM) dan Sigit Sugiarto, S.T. (PT. INKA) telah menghasilkan produk riil (bukan prototipe lagi) untuk komersialisasi pintu kereta api. Dari aspek mekanik dan kelayakan ekonomi, produk yang dihasilkan sangat kompetitif bersaing dengan produk sejenis dari import.

    KOMPOSIT POLIMER PolyCOM M-1 BERBASIS POLIPROPILENA-KARET ALAM DENGAN VARIASI SISTEM CURING
    M. Masykuri, Sulistyo Saputro dan Mamiek Subelo
    Hibah Bersaing XI, DP2M Dikti Depdiknas, Tahun 2003-2004
    Program Kimia FKIP UNS, Jl. Ir Sutami 36A Solo, email: mmasykuri@yahoo.com

    PolypropyleneAnda pernah mendengar material plastik dengan kekuatan mendekati logam? High mechanical material atau material berkekuatan mekanik tinggi termasuk dalam salah satu roadmap yang dikembangkan Kelompok Riset Material PKimia FKIP UNS. Melalui proyek HB XI, dilakukan pengembangan komposit polimer baru yang diberi nama PolyCOM M-1, Penelitian ini mengkaji komposit polipropilena-karet alam (PP/NR) dengan variasi 3 macam sistem curing, yaitu: sistem dicumil peroksida (DCP), sistem sulfur, dan sistem campuran (DCP-sulfur). Penggunaan sistem curing diharapkan menyebabkan terjadinya ikatan silang kimiawi (vulkanisasi) sehingga meningkatkan kekuatan mekanik. Poliblend dibuat dengan cara masterbatch process dengan two roll mill.

    Penelitian menunjukkan terjadinya peningkatan kuat tarik dan kuat luluh pada semua sistem aditif (sistem sulfur, sistem DCP dan sistem campuran); rasio PP/NR tanpa penambahan aditif yang memiliki kekuatan mekanik optimal (kuat tarik dan kuat luluh) adalah 60/40. Penggunaan sistem sulfur, sistem DCP dan sistem campuran mampu memberikan ikatan silang pada komposit polimer. Penambahan aditif pada komposit polimer PP/NR berakibat mengubah titik leleh, derajat percabangan dan panjang rantai. Di antara ketiga sistem aditif tersebut, sistem DCP memberikan peningkatan kekuatan mekanik yang tinggi, semakin besar kadar aditif, menyebabkan semakin besar kekuatan mekaniknya. Penyinaran dengan sinar UV, pemanasan, dan penyimpanan di udara terbuka menurunkan sifat mekanik poliblend, makin lama perlakuan sifat mekanik makin turun.

    SINTESIS POLIBLEND LLDPE-KARET ALAM DENGAN ADITIF TiO2 UNTUK MEMPEROLEH BAHAN MEKANIK BARU KUALITAS TINGGI
    Mohammad Masykuri, Mamiek Subelo dan Sulistyo Saputro
    Penelitian Dasar, DP2M Dikti Depdiknas, Tahun 2001
    Program Kimia FKIP UNS, Jl. Ir Sutami 36A Solo, email: mmasykuri@yahoo.com

    SEMPenggunaan bahan elastomer termoplastik saat ini semakin penting dan meluas. Dengan penambahan zat-zat tertentu, bahan ini menjadi bahan alternatif pengganti logam dan bahan-bahan lain. Poliblend menjadi ujung tombak pengembangan material baru di masa mendatang. Penelitian ini mempelajari pengaruh zat aditif TiO2 terhadap poliblend LLDPE dengan karet alam (LLDPE/NR). Komposisi LLDPE/NR yang diteliti sebesar 60/40. TiO2 yang ditambahkan bervariasi sebesar 0, 1, 2, 3, 4 dan 5%. Poliblend dibuat dengan cara masterbatch process melalui penggilingan dengan laboplastomill. Karakterisasi sifat mekanik dilakukan menggunakan universal testing machine model UCT-5T. Pengujian dilakukan menggunakan metode ISO 527-2.
    Penelitian menunjukkan terjadinya peningkatan kuat luluh dan tuat tarik pada penambahan TiO2 sampai kadar 4%, selanjutnya menurun pada penambahan TiO2 4 dan 5%. Kuat luluh dan kuat tarik maksimum terjadi pada kadar TiO2 3%, yaitu sebesar 4,687 MPa dan 11,638 MPa. Regangan putus menunjukkan penurunan dengan semakin bertambahnya kadar TiO2. Regangan putus maksimum terjadi pada poliblend tanpa aditif TiO2 yaitu sebesar 701,7%.